Percaya... satu kata singkat yang sarat penuh makna
Hal yang slalu dimentahkan dari hati yang pernah cacat tak berdaya
Lelah bibir mengeja merangkai kata demi sebuah kata... percaya
Raga, hati, dan jiwa setulusnya ingin menyapa hatinya
Percaya itu telah disematkan padanya
Tapi kesalahan cara mengantarkan pada sebuah lara
Lara karena luput dari sebuah bintang yang paling terang yg pernah ada
Kepercayaan... mempercayai... percaya...
Hati ini pernah cacat, luka
Bisakah dirasakannya ketakutan akan sebuah luka ?
Bisakah dipahaminya bahwa hati ini terjaga hanya untuknya?
Menutup luka, membangun tembok besar percaya, membenahi diri dan cara bertanya
Bukan hal mudah dikerjakan dalam satu waktu oleh satu raga
Ketika kepercayaan itu dipertanyakan lagi dan lagi
Bibir tak mampu bicara lagi
Ini yang terakhir kali
Percaya itu berusaha di display sepenuh hati
Bagi hati, ini cinta yg ingin di jaga sampai mati
Tak ingin luka kembali menghampiri
Jika yang diminta adalah ingin dipercayai
Yang diminta hati ini hanya satu, jaga hati
Jaga hati demi komitmen yg tlah di ikrar lantang sebagai harga mati
Jaga hati demi cinta yang tlah di ikrar di awal di dengar dan dirasakan hati, di saksikan orang tua dan saudara
Saling jaga hati demi apa yang telah di ikrar
Dan disini hati akan terus berusaha meletakkan kepercayaan seperti yg diminta
Kenali-lah Dyahpitaloka
Aku...Dyahpitaloka, suka banget nulis hal-hal gak penting yang mungkin susah dicerna orang lain. Tapi melalui tulisan-tulisan yang mungkin membingungkan buat ditangkap maksudnya ini, Dyahpitaloka sebenarnya hanya ingin membagi apa yang sedang dalam pikirannya, curhatlah intinya...atau kadang juga ngomongin hal yang menurutnya menarik..
Jadi, kalo berkenan, silakan mampir dan kenalilah Dyahpitaloka melalui coretan-coretannya ini...
Jadi, kalo berkenan, silakan mampir dan kenalilah Dyahpitaloka melalui coretan-coretannya ini...
Pages
Selasa, 26 Oktober 2010
Jumat, 15 Oktober 2010
Seandainya..
Putus asa, bingung, merasa sebagai pribadi yang ingin dihindari dan merasa gak berguna... itu yang aku rasakan sekarang.
Jauh di dalam hati, aku sangat mempercayainya tapi akhir-akhir ini justru merasa keberadaanku gak ada artinya sama sekali untuknya, juga merasa ingin dihindari. Huuft... aku mencoba membuka sisi tertutupnya,mencoba menanyakan hal2 yang sepertinya sepele tapi sebenernya berarti banget kalau dia merespon dengan antusias. Begitu susahnya bisa masuk dan menempatkan diri pada posisi yang benar dalam hatinya.
Aku ingin bisa benar2 menjadi bagian penting dalam hidupnya, jadi pendengar untuk semua cerita yang dengan suka rela dia bagi untukku,bukan karena aku yang berusaha mengorek darinya. Ingin rasanya jadi penyemangatnya, jadi salah satu tujuan pentingnya. Tapi pada kenyataannya aku justru seperti pengganggu yang membuatnya jengkel... setidaknya itu yang kurasakan dari responnya beberapa kali.
Komunikasi yang sedang aku benahi, pernahkah disadarinya seujung kuku aja? aku tahu,aku banyak membebaninya. Mungkin banyak menuntut, banyak melakukan kesalahan, tapi aku juga sedang membenahi diriku. Semoga nanti dia akan menyadarinya kalau aku bukannya gak berusaha.
Seandainya bisa kutegaskan padanya, aku ingin tahu kenapa dia agak mulai berubah? kenapa dia seperti ingin menghindari pembicaraan ke arah serius?
Seandainya bisa ku minta padanya, aku selalu ingin dia menjadi sosok yang lebih peka, perhatian, terbuka dan meminimalisir sikap cueknya..
Aku selalu ingin bertanya dan mendapat jawaban paling jujur darinya
Apakah aku berarti untuknya? apakah pandangannya masih sama seperti dulu? apakah dia masih sama seperti dia yang aku kenal pertama kali?
Seandainya bisa memberitahunya kalau saat ini bukan hanya aku yg mempercayainya tapi juga orang tua... seandainya bisa kuberitahu padanya
Jauh di dalam hati, aku sangat mempercayainya tapi akhir-akhir ini justru merasa keberadaanku gak ada artinya sama sekali untuknya, juga merasa ingin dihindari. Huuft... aku mencoba membuka sisi tertutupnya,mencoba menanyakan hal2 yang sepertinya sepele tapi sebenernya berarti banget kalau dia merespon dengan antusias. Begitu susahnya bisa masuk dan menempatkan diri pada posisi yang benar dalam hatinya.
Aku ingin bisa benar2 menjadi bagian penting dalam hidupnya, jadi pendengar untuk semua cerita yang dengan suka rela dia bagi untukku,bukan karena aku yang berusaha mengorek darinya. Ingin rasanya jadi penyemangatnya, jadi salah satu tujuan pentingnya. Tapi pada kenyataannya aku justru seperti pengganggu yang membuatnya jengkel... setidaknya itu yang kurasakan dari responnya beberapa kali.
Komunikasi yang sedang aku benahi, pernahkah disadarinya seujung kuku aja? aku tahu,aku banyak membebaninya. Mungkin banyak menuntut, banyak melakukan kesalahan, tapi aku juga sedang membenahi diriku. Semoga nanti dia akan menyadarinya kalau aku bukannya gak berusaha.
Seandainya bisa kutegaskan padanya, aku ingin tahu kenapa dia agak mulai berubah? kenapa dia seperti ingin menghindari pembicaraan ke arah serius?
Seandainya bisa ku minta padanya, aku selalu ingin dia menjadi sosok yang lebih peka, perhatian, terbuka dan meminimalisir sikap cueknya..
Aku selalu ingin bertanya dan mendapat jawaban paling jujur darinya
Apakah aku berarti untuknya? apakah pandangannya masih sama seperti dulu? apakah dia masih sama seperti dia yang aku kenal pertama kali?
Seandainya bisa memberitahunya kalau saat ini bukan hanya aku yg mempercayainya tapi juga orang tua... seandainya bisa kuberitahu padanya
Langganan:
Postingan (Atom)