'seharusnya tidak begini...', 'kenapa jadi begini ?', 'bukan ini yang aku harapkan', 'sesungguhnya aku kecewa dengan...'.
Ikhlas bukan berarti kalah, menerima apa yang tidak sesuai dengan ekspektasi kita, tapi berusaha legowo menerima apa yang diberikan pada kita. Meskipun buruk, pahit sekalipun.
Ikhlas ketika disakiti dengan kalimat yang jauh dari kepantasan, ikhlas ketika disalahkan atas hal yang sesungguhnya bukan seutuhnya kekeliruan sendiri, ikhlas menerima cercaan, makian dan sakit hati bertubi-tubi. Hanya IKHLAS-lah yang bisa dilakukan sekarang. Aku ikhlas karena aku tidak mau membencinya karena menyakiti hatiku untuk hal yang prinsip sekalipun. Aku ikhlas karena aku tidak mau mendendam padanya. Pintu ini yang aku pilih, sesakit apapun ketika aku masuk ke dalamnya, harus aku terima sebagai bentuk konsekuensi. Insya Allah aku tetap ditahbiskan pada jalur kesetiaan seorang manusia, seorang perempuan, seorang istri.
![]() |
Belajar Ikhlas Menerima Apapun... |
Ikhlas... ikhlas disakiti.
Ikhlas... semoga dengan ikhlas, lebih mudah untuk melepaskan.
Ikhlas... semoga dengan ikhlas, hati lebih kuat menjalani segala sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan ato keinginan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar